Sabtu, 12 Maret 2016



Lucu lucuan di jalan raya..
      Beberapa waktu yang lalu adik saya dan pacarnya terkena razia oleh oknum polres gowa .. tiba tiba pak polisisnya menyeruh untuk berhenti dan menepikan kendaraan. Terus ditanya bisa liat surat2 kendaraannya bu” kebetulan pacar adik saya yang mengemudikan mobil” terus mereka hanya bisa menunjukkan stnk karena pacar adik saya itu lupa bawa sim.
       Dan stelah itu pacar adik saya pun dipanggil untuk turun yahh klo diliat gelagatnya sih polisisnya mau negosiasi untuk atur damai , tapi adik saya ngotot .. tunggu dlu pak simnya lagi dicari.. akhirnya polisi itu memanggil adik saya pak polisi bilang “ suruh turun aja ibu’nya pak biar ditilang , mungkin pak polisinya mau nakut nakutin hehee tapi gak ngefek “ akhirnya pacar adik saya pun turun dan bilang yah udah pak tilang aja.. akhirnya polisi yang tadi itu dongkol dan pergi hahahaa enak aje luu pengen dapat duit gratis”.
       Terus diproses tilangnya oleh oknum polisi yg bertugas nanganin itu dan akhirnya pun ditanya ibu punya sim jawab pacar adik saya iya punya pak tapi gak kebawa akhirnya polisi ini mendakwakan pasal 288 ayat 2 uu no 22 tahun 2009 tentang LLAJ nah cukup dlu yah..
       Pada dasarnya polisi itu memiliki sop yaitu standar operasional prosedur yang dimana bahwa dalam eksistensinya selalu di dasarkan dengan aturan2 yang jelas baik itu surat perintah atau pun dokumen2 yang dijadikan dasar untuk bertindak.
      Dalam hal cerita pengalaman adik saya bahwa pasal yang dikenakan oleh polisi terhadap mereka berdua menurut saya ini dapat dimanfaatkan oleh polisi untuk menjerat seseorang yang menola untuk menunjukkan surat suratnya dikarenakan bahwa seseorang itu telah menyadari adanya razia kendaraan yang ilegal atau patut diduga klu para oknum polisi itu melakukan tugas diluar perintah yang sah.. istilahnya katanya sih buru target emang marketing bank heheehee.. nah intinya bahwa ilegal atau tidaknya polisi bisa serta merta melakukan upaya paksa untuk memberikan sanksi dikarenakan mereka memiliki diskresi bebas.
       Pasal 288 undang undang nomor 22 tahun 2009 merupakan suatu pasal yang dapat melanggar hak asasi bagi pengendara bermotor nah sudah jelas kan yang sudah saya paparkan.. nah timbul pertanyaan apakah bisa seseorang dapat dihukum karena tidak membawa atau pun tidak dapat menunjukkan surat-suratnya ? nah tunggu dulu apabila kita memiliki sim tetapi lupa untuk membawanya maka kita dapat menyuruh polisi itu juga membuktikannya juga persoalannya yang buat sim itu adalah mereka sendiri nah secara otomatis bahwa data data sim anda ada pada mereka hahahahhaaaaaaaa kenna deh dia .. tapi ketika anda mengatakan dengan argumen seperti itu pasti pak polisinya bilang itu diluar tanggung jawab kami siapa suruh anda nda membawa sim … hehe ets pak polisi mungkin ketawa karena dia lagi mengadakan presure ke anda terus balik bertanyalah kepada mereka dengan pertanyaan apakah hanya gara gara tidak membawa kartu putih yang ada tanda tangan kapolres dan identitas seseorang dapat dihukum ? klu jawabannya iya berarti gak benar nih oknum polisi itu, berarti integritas dan kapabiltasnya itu sangat patut diragukan hahaahaaa sok tau hukum kyknya yee.. lucu kan ? bahwa seorang penyidik itu harusnya mengerti aturan bukan hanya dikulitnya saja tapi perlu pengetahuan yang mendalam biar gak bego persoalannya bahaya seorang penyidik hanya tau masalah formal legalistiknya aja nanti bukan malah mengayomi masyarakat tapi bikin rugi masayarakat waddduhh repot sudah klu begini.
       Jadi pada dasarnya seorang penyidik kepolisian dalam hal penerapan pasal 288 ayat 2 ini harusnya berhati hati dalam menerapkan pasal ini agar tidak memberikan efek kerugian bagi masyarakat. Maka dari itu muncul pertanyaan bagaimanakah penerapan pasal ini seharusnya dilakukan agar dapat memeberikan keadilan bagi pengendara ? jawabannya .. polisi harus lebih berani terbuka dengan menunjukkan surat surat yang sah dalam menjalankan sebuah razia , polisi harus lebih beretika sopan dan santun dalam memberikan pelayanan bukan over acting. Dan khususnya dalam pasal 288 ayat 2 ini perlu bagi polisi untuk menggunakan atau memanfaatkan tekhnologi dengan membuka data data base pelanggar dan  menunjukkan apakah orang ini memiliki sim atau tidak ,kan ketahuan pastinya klu orang tersebut gak punya sim hehe pengendara yang melanggar juga pasti akan sadar diri dan lebih menerima karena tindakan polisi fair.
      Demikian yang saya dapat sampaikan yah hehe saya harapkan kedepannya polisi makin pintar aje deh.. boss.. thank u




                                                                                                                               james yosep parinding

Tidak ada komentar:

Posting Komentar